Pelacur Dalam Pandangan yang Lebih Luas, Bukan Sekedar PSK 44

Selasa, 9 Feb '10 10:37, dibaca 115 kali

 

Persepsi umum, pelacur adalah perempuan yang menjual kehormatan diri atau tubuhnya demi uang. Pandangan masyarakat umum bahwa pelacur dianggap sebagai manusia kotor dan najis, mereka dianggap tidak lagi memiliki kehormatan diri sebagai manusia. Secara etimologi, lacur diartikan juga sebagai perbuatan tidak baik, sehingga pelacur berarti orang yang melakukan perbuatan tidak baik. Dengan pengertian ini, setiap orang yang berbuat tidak baik kiranya pantas disebut pelacur, tak terkecuali siapapun. Namun nyatanya, hanya PSK yang diidentikkan sebagai pelacur, dengan panggilan lonte, perek, gongli dll, padahal mereka itu terpaksa menjual tubuhnya, hanya untuk menghidupi diri dan keluarganya, karena sudah patah arang untuk mencari nafkah dengan cara lain.

Perbuatan menjual diri ini seakan dianggap paling buruk dan hina dibandingkan dengan perbuatan tidak baik lainnya seperti korupsi, kolusi, manipulasi, nepotisme dan lain-lain yang mengeksploitasi ambisi. Sedangkan koruptor, kolutor, manipulator justru sengaja melakukan perbuatan tersebut, bahkan merasa bangga dengan perilaku kotornya itu. Mengacu pada pemahaman ini, bukankah sebutan pelacur terasa sungguh tidak adil jika hanya ditujukan pada para perempuan (PSK) yang menjual tubuhnya demi uang itu. Sedangkan para koruptor cs melakukannya tidak hanya demi uang, tetapi juga jabatan, kedudukan dan kekuasaan, suatu perbuatan yang dimotivasi bukan karena keterpaksaan melainkan karena keserakahan, dengan menjual kebenaran, kejujuran dan keadilan yang merupakan nilai-nilai dasar dari kehormatan manusia itu sendiri.

Ketika kita melihat realitas sosial yang lebih luas lagi, para penegak hukum hanya  gencar menertibkan para pelacur (PSK) saja, sedangkan orang-orang yang mengeksploitasi nafsu ambisi dan keserakahan, terutama para oknum pejabat tinggi pemerintahan, seringkali tidak tersentuh. Padahal, berdasarkan pemahaman di atas, mereka juga adalah para pelacur. Yang jelas, hal ini terjadi mungkin para penegak hukum itu pun memang sudah menjadi para pelacur seperti mereka, sehingga negara ini kemudian mengalami krisis ekonomi dan kepercayaan, namun para pelacur itu nampaknya banyak yang tidak menyadari, bahwa sikap dan perilaku kotor mereka pun sama-sama melacurkan diri.

Disisi lain, kalau berbicara, umumnya para pelacur tersebut berbicara layaknya orang-orang suci dan terhormat, bicara tentang kebenaran, kejujuran dan keadilan, mereka seperti tidak memiliki rasa malu dengan menyebut para perempuan pelacur (PSK) sebagai sampah masyarakat yang hina dina dan kotor yang harus dibersihkan. Padahal mereka juga sama kotornya dalam pandangan moral sehingga layak disebut sampah masyarakat-negara yang harus segera dienyahkan. Ketika para perempuan pelacur (PSK) tadi seringkali terlihat tertawa-tawa, sesungguhnya didalam hatinya merasa pilu, sedih dan teriris dengan hidup yang dialaminya. Sedangkan tertawanya para koruptor, kolutor, manipulator, didasari rasa senang dan kepuasan hati meskipun berada di atas penderitaan dan ketidakpuasan orang lain.

Kalaupun para perempuan pelacur harus ditertibkan, justru semestinya para pelacur yang berada dibalik kedudukan dan terpandangnya status sosial yang harus lebih dahulu ditertibkan. Namun akhirnya, para perempuan pelacur itu pun harus puas dengan ketidakpuasannya, karena masyarakat pada umumnya sudah terlanjur menganggap mereka sebagai manusia hina dina, kotor, dan menjijikan. Perbuatan mereka seakan dianggap lebih buruk dari perbuatan menjual kebenaran, kejujuran dan keadilan yang dilakukan para oknum pejabat atau penegak hukumnya. Berdasarkan pengertian filosofis dari makna pelacur tadi, pelacur tetap pelacur, apapun jenis dan tingkatannya, sama hinanya dalam pandangan nilai-nilai luhur kehormatan diri. Dari itu, semoga kita senantiasa instrospeksi dan berhati-hati agar sikap dan perilaku kita tidak menjurus pada tindakan melacurkan diri. 

gambar diunduh dari sini

Bonus : link  SOAL MATEMATIKA


Tag: koruptor, Pelacur, jual diri, manipulator, tidak adil

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Paul Oneil Simon 0 0
Berati kalo kkn itu sama ajah melacur yah wkwkwkwkwkwkw.......? Jadi Pelacur kelas Kakap Nih .....mantap
Icarus 0 0
Jadi ingat masa lalu, waktu masih jadi pelacur skripsi (padahal bukan sarjana)... ; ))
Paul Oneil Simon 0 0
mengingatkan dosa yah bung Icarus...hehehehe kamu ketahuan ...?
Harlan Eryandi 0 0
Paul Oneil Simon: he he he termasuk prostitusi hukum. : ))

Icarus: jasa disainer & konseptor skripsi tho ?! ; ))
Icarus 0 0
Paul Oneil Simon: Masa iya itu dosa? Kan saya cuma jualan karya tulis -- plus kertas dan tinta, tentunya -- ga pake jual bodi. Bukan hasil contekan ataupun copas; referensi dipinjam secara sah dari perpustakaan atau diserahkan sendiri oleh klien. : D
Icarus 0 0
Harlan Eryandi: Yah, salah satu cara nambah uang rokok di masa lalu, Oom. Ga perlu curiga saya masih praktek demi beberapa mahasiswa dikau. ; ))
Harlan Eryandi 0 0
Icarus: he he he ... judulnya kan jasa pengetikan skripsi. : ))
blentjong 0 0
Icarus: namanya membantu teman...


dan membantu (keuangan) diri sendiri : D

*mantan freelancer bantuin tugas akhir*
Icarus 0 0
Harlan Eryandi: [jasa pengetikan skripsi]

PLUS-PLUS-PLUS!!! : )) : )) : ))

blentjong: Ais! Ternyata sempat senasib, ya? : D
blentjong 0 0
Icarus: jasa pengetikan tanpa perlu ngasih bahan yg diketik : ))

Kalo gw gak ngetik2 si, jasa ngegambar PLUS PLUS PLUS : D
mobilbukanmotorbikinmacet 0 0
blentjong: maksudnya ngambar ditambah sesuatu, atau gambar sesuatu yang plus plus ; ))
blentjong 0 0
mobilbukanmotorbikinmacet: yg plus-plus jasa-nya, bukan gambar-nya..

kalo gambar plus-plus si jasa ngerjain soal matematika
: D
Harlan Eryandi 0 0
Icarus: : )): )): ))

blentjong: mas ini ada soal matematika lg loh ?! mau ?
blentjong 0 0
Harlan Eryandi: boleh, buat iseng2
tapi jgn yg rumit2 rumusnya, rumus udah lupa semua : D
mobilbukanmotorbikinmacet 0 0
blentjong: kirain tugasnya gerjain gambar ++ kayak RS ; )
Harlan Eryandi 0 0
blentjong: mas silahkan dicoba, link-nya ta kasih .... ada di tulisan paling bawah (Soal Matematika). : )
pall 0 0
Secara etimologi, memang ada celah ke sana. Coba tengok KBBI:

la·cur a 1 malang; celaka; sial; 2 buruk laku;

Saya kira artikel Anda merujuk pada arti kedua. Tetapi perhatikan contoh yang diberikan KBBI:

me·la·cur v berbuat lacur; menjual diri (sbg tunasusila atau pelacur);
pe·la·cur n perempuan yg melacur; wanita tunasusila; sundal;

Dalam hal ini, KBBI lebih menaruh perhatian pada perangai kata ini ketimbang arti netralnya.

Apa yang ingin saya katakan adalah, sekalipun "lacur" bisa berarti luas, berhati-hatilah dalam menggunakan.
free7 0 0
Saya malah mikirin 8 x 8 : ))
Harlan Eryandi 0 0
free7: he he he, dah ketemu anomalinya blom ?!

pall: wah ... thx mas, tambahan info skaligus warning utk penggunaan kata-kata itu.
blentjong 0 0
pall: penggunaan kata lacur dalam 'pelacuran intelektual' gimana?
blentjong 0 0
Harlan Eryandi: kayaknya sudutnya gak pas, pak
pall 0 0
blentjong: ya gak gimana-gimana. Saya kan tadi ngomongin soal perangai kata. Bukan arti kata.
blentjong 0 0
pall: maksudnya, itu konotasi apa perluasan makna apa gimana?
pall 0 0
blentjong: Saya kira bukan keduanya.

Baik konotasi maupun perluasan makna mensyaratkan perubahan dari arti asal.

Contoh yang paling sering dipakai untuk konotasi adalah "kambing hitam", perluasan makna adalah "kursi". Dua-duanya telah lepas dari arti asalnya.

Sedangkan 'pelacuran intelektual' masih bisa dirunut dari makna leksikalnya (dalam kamus).

Bagaimana menurut Anda?
free7 0 0
Harlan Eryandi:

Anomalinya sih udah , lagi mikirin membuat yang lain dengan logika yg sama : D
blentjong 0 0
pall: tadinya tak pikir ada perubahan, yg tadinya 'benda' yg dijual lebih bersifat 'fisik' ke 'non fisik'.

Gak tahu juga nama perubahan itu apa : D

Kalau itu tidak dianggap sebagai perubahan, ya berarti memang penggunaan normal saja.

Contoh yang mirip mungkin 'pembunuhan karakter'.
blentjong 0 0
free7: soal ini main fisik, main geser garis. Nyari soal yg main2in logika, lebih menarik : D
pall 0 0
blentjong:

Pelacuran intelektual: perbuatan melacurkan intelektual.

Pembunuhan karakter: perbuatan membunuh karakter.

Apa ada yang berubah dari arti sebenarnya?
blentjong 0 0
pall: tadinya saya pikir pelacuran adalah menjual sex.

Pembunuhan adalah membunuh mahluk hidup.

Jadi, ternyata pemahaman kata saya yg terlalu sempit.

: D
pall 0 0
blentjong: so pasti. 'waktu' saja bisa dibunuh kok : D
free7 0 0
Amal : pengamalan ilmu santet
Sembah : menyembah setan
: D
Ning 0 0
Bahasa lapangan 'melacurkan diri' contohnya seorang ahli yang mengetahui sesuatu itu benar tetapi dia menyatakn itu salah karena dia dibayar untuk pernyataannya itu.
wawajie 0 0
Hahahhh... saya lbih tertarik dengan bonus plus2nya, akhirnya ketemu juga!
free7 0 0
blentjong:
[oal ini main fisik, main geser garis...]

Kalau mainin logika matematika sih cukup asik, tapi kalau mainin logika orang , bisa ngambek biarpun kenyataan : D

Naga 0 0
Haaa.... haaaa.... haaaa.... saya ndak akan munafik karena kalau ndak ada pelacur beneran ( perempuan ) dari segala tingkatan ( tinggi, menengah dan yang dijalanan ) ... kira kira dunia lelaki kita akan gimana ya..... ? pusing... pusing... pusing.....
kopisusu 0 0
pall:, boleh gak saya bilang ke teman saya seperti ini: "maap, sya tidak mau melacurkan ijazah saya," ktika dia menyarankan saya untuk bekerja ........
Harlan Eryandi 0 0
he he he Naga: lama tak muncul pak, pa kabar ?! : )
Veuillez entrer 0 0
Harlan Eryandi: hahaha;;;inspirasi muncul jam berapa neh?????*penasaran ane...: ))

"saya inget cerita temen saya,punya temen kerja di club mlm melayani tamu...tp setelah itu dia bnr2 manage keuangan dg baik...then sekarang hasilnya dia berhasil, punya banyak bisnis di luaran", benar bgtss melihat sstu jgn hanya dr sampul, terkadang...sampul bagus blm ttntu isinya ato sebaliknya hehe

klo gw sampul jelek isinya apalagi ... amburadul : ((
Harlan Eryandi 0 0
Veuillez entrer: : )): )): )) paling bokis .... nah gitu dong, skali-kali muncul, nyekep terus ... ntar pucet loh !
Veuillez entrer 0 0
Harlan Eryandi: nyekep apaan yah??!!, ko pake pucet segala...ky blm makan aje pucet...: ((
lailah mubarokah 0 0
penulis: Namun nyatanya, hanya PSK yang diidentikkan sebagai pelacur, dengan panggilan lonte, perek, gongli dll, padahal mereka itu terpaksa menjual tubuhnya, hanya untuk menghidupi diri dan keluarganya, karena sudah patah arang untuk mencari nafkah dengan cara lain

Penulis: ..... Sedangkan koruptor, kolutor, manipulator justru sengaja melakukan perbuatan tersebut....

--->> "mereka" juga terpaksa kok melakukannya..
Harlan Eryandi 0 0
lailah mubarokah: : )): )): )) .... dengan sangat terpaksa!
ipool 0 0
Harlan Eryandi: kalo menurut artikel sampean pelacur PSK dan pelacur koruptor itu sama maknanya. Berarti keduanya harus dihilangkan. Cuman untuk PSK dientaskan dengan pendidikan ketrampilan kerja, sedangkan untuk koruptor dipotong aja tangannya (ntar kalo dipenjara malah bikin istana dalam penjara deh kayak yang kemarin no dimana gitu.. : D).
Harlan Eryandi 0 0
ipool: yoi se-7 banget mas. : )

Silahkan login untuk memberikan pendapat