Orang Miskin Dilarang Merokok ( ? ) 7

Selasa, 9 Feb '10 14:51

Semua orang sudah tahu kalau merokok dapat merusak kesehatan. Pada bungkus rokok pun sudah dicantumkan bahaya merokok lengkap dengan berbagai akibatnya seperti serangan jantung, kanker, impotensi, gangguan kehamilan pada janin, dll.

Namun demikian jumlah rokok tampaknya tidak kunjung berkurang. Para perokok tetap saja bersikap seperti kata-kata yang pernah diucapkan dalam salah satu iklan rokok yaitu “Enjoy aja.”

Masalah yang timbul sebagai akibat merokok ternyata bukan saja gangguan kesehatan, melainkan juga pengeluaran biaya yang cukup tinggi bagi para pecandu rokok. Masalah ini menjadi lebih terasa jika sang pecandu rokok adalah orang miskin.

Masalah ini ternyata mendapat perhatin khusus oleh Gubernur DKI Fauzi Bowo. Pasalnya selama ini Pemprov DKI telah menjalankan program khusus untuk keluarga miskin yang disebut Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Keluarga Miskin (JPK GAKIN).

Fauzi Bowo mengatakan: ““Kami akan rumuskan langkah ketidakberpihakan terhadap para perokok tersebut. Percuma saja Pemprov menyediakan biaya yang tidak sedikit untuk para perokok itu melalui program Gakin,” tegas Gubernur DKI Fauzi Bowo di Balaikota, (detik.com: Selasa,9/2/2010).

Menurut Fauzi jumlah pengeluaran keluarga miskin untuk membeli rokok bisa mencapai 22 persen dari total pengeluaran sebulan keluarga miskin.

Untuk mengurangi masalah rokok di DKI Jakarta Fauzi berencana akan menggalakkan sosialisasi anti rokok. Untuk itu ia berencana akan menggandeng beberapa pihak terkait agar sosialisasi anti rokok kepada masyarakat DKI bisa massif. Sosialisasi anti rokok itu akan diperioritaskan di sekolah dan lembaga swadaya masyarakat (LSM), komite sekolah, dan rohis.

Mengenai langkah ketidakberpihakan Pemprov DKI terhadap keluarga miskin yang perokok belum jelas apakah hal itu akan dilakukan dengan mencabut Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Keluarga Miskin (JPK GAKIN).

Jika memang JPK GAKIN akan dicabut dari keluarga miskin yang perokok, maka itu artinya orang miskin dilarang merokok. Ada kemungkinan jika mereka tetap bandel untuk merokok, mungkin mereka akan ngutang sana-sini. Semoga hal tsb tidak terjadi.


Tag: rokok, Gubernur DKI, keluarga miskin, JPK Gakin

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Media Terkait:

    Siapa saja yang merating artikel ini:

    Komentar:

    kinanthi 0 0
    Ada benernya juga. Sering banget lihat orang miskin milih beli rokok daripada beli susu atau bayar sekolah anaknya.

    Masalahnya, praktek di lapangan bakalan susah. Bagaimana membuktikan orang ini perokok apa bukan?
    Mas Abdi 0 0
    Kalau perokok berat dari kalangan miskin dicabut tunjangan JPK Gakinnya, bisa berabe nih. Mau ngerokok duitnya dari mana ?
    cynical 0 0
    bapak ngerokok, anak kena getahnya ??/
    udah jadi perokok pasif, gak di jamin lagi.
    kinanthi 0 0
    cynical: kalo gakin dicabut, gak ada duit buat beli rokok, anaknya gak jadi perokok pasif
    : D
    cynical 0 0
    kinanthi: yakin ??? bukannya malah anaknya di telantarkan. sudah terlalu banyak bukti para perokok rela menghilangkan anggara gizi anak, susu, sekolah demi rokok.
    ferryf 0 0
    kebijakan yang bener mestinya:
    semua pns dki yg merokok nggak dapet kartu askes..
    kinanthi 0 0
    cynical: lha terus negara disuruh ngasih uang orang miskin beli rokok?

    Kalau telantarin anak, ya tuntut aja secara pidana, anaknya dipelihara negara.

    Sudah waktunya kebijakan ala BLT dihapus. Gratiskan sekolah dan pelayanan kesehatan.

    Silahkan login untuk memberikan pendapat