Andi Soraya, Mantan Mujahidah di Pusaran Film Pengumbar Aurat 48
Senin, 8 Feb '10 13:47
Andi Soraya adalah sebuah anomali: ia pernah begitu 'perkasa' sebagai kader perjuangan (baca: mujahidah) yang bercita-cita mentegakkan syariat Islam, tapi kini disebut-sebut sebagai salah satu artis panas, yang memerankan berbagai adegan 'panas' dalam beberapa film yang ia bintangi. Setelah film komedi Anda Puas Saya Loyo, kini nama Andi Soraya atau akrab disapa Aya dikaitkan dengan sebuah adegan panas terbarunya dalam sebuah thriller film berjudul "Hantu Puncak Datang Bulan". Atas portofolionya di layar lebar itu, bahkan, sebuah ormas menjuluki ia sebagai "Miyabi dari Indonesia".

Di era pertengahan 1990-an hingga awal tahun 2001, ia adalah salah seorang perempuan tangguh di komunitas Negara Islam Indonesia faksi Zaytun. Aya, yang ketika itu bersuamikan seorang masúl (aparat) NII-Zaytun tingkat onder district/kecamatan/Ibrahim, dikenal sebagai seorang kader jaringan sel Cilandak-Jakarta Selatan. Di masa itu, nama Aya disebut-sebut sebagai kader yang mampu menjadi jembatan bagi perekrutan beberapa artis terkenal menjadi kader NII-Zaytun, seperti Dewi Sandra, Surya Saputra, Indra Brasco, Mona Ratuliu, Tia Ivanka, Ersa Mayori, Vivit Kavi, dan lain-lain.
Aya, yang ketika itu lebih dikenal sebagai model beberapa iklan komersial punya pergaulan luas di kalangan artis. Status ia sebagai istri (qarinah) seorang aparat di gerakan itu kemudian menjadi strategis dalam upaya merekrut kalangan artis dan model, yang tentu saja juga potensial dari sisi kemampuan finansial. Kata seorang teman, yang secara langsung pernah menjadi pembina Aya, perempuan ayu berdarah Libanon ini merupakan jamaah perempuan pertama di Distrik Cilandak yang berasal dari kalangan model dan artis. "Aya adalah anak binaan kami, yang menjadi pintu masuk bagi perekrutan artis-artis lain," kata BM, yang kini juga sudah tidak lagi bergabung dengan jaringan NII-Zaytun.
Memang, tak ada kaitan langsung antara karir Aya sebagai bintang film yang cukup berani melakukan adegan berkonotasi ponografi dengan kisah keterlibatannya di jaringan NII-Zaytun. Sejak bercerai dengan mantan suaminya, yang kader NII itu, Aya terkesan kejar target. Kisah "kumpul kebo"-nya dengan Steve Emmanuel merupakan titik balik citra dirinya yang sama sekali kontras dengan portofolionya di NII. Tak ada yang tahu pasti kenapa Aya kemudian memilih jalan hidup yang sangat bertolak belakang dengan masa lalunya dua puluh tahun silam itu. Hanya ia dan DIA yang tahu.
juga diposting di kalipaksi.com
Terkait:
-
Teknologi Untuk Penyampaian Aspirasi Masyarakat
Selasa, 5 Jan '10 14:37 -
Sebaiknya Infotainment Diatur dan Ditertibkan
Minggu, 20 Des '09 07:54 -
Menkominfo Harus Sering-Sering Buka Internet
Kamis, 22 Okt '09 11:26
Media Terkait:
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
yusro: Menarik
-
hamatamu: Menarik
-
Wonggantenk: Menarik
-
Olas: Menarik
-
jamur: Menarik
-
curiosity: Menarik
-
Harlan Eryandi: Menarik
-
Smart: Menarik
-
Paul Oneil Simon: Menarik
-
ndableg: Bagus
-
Ibnu Muslim: Menarik
-
viqar_chu: Menarik
-
kombor: Menarik
-
Ceppy Febrinika Bachtiar: Bagus



KRMT Roy Suryo Notodiprojo, Anggota Komisi I DPR RI

Komentar:
Ghibahâ„¢!!!
emang dah nonton yah?
STOP Sinetron dan FILM MISRO (mistik dan porno)!!!
ndableg: mujahidah dari hongkong !! (cynically)
Kalau jihad memang jelas ada ajaran dan konteksnya, dan pemaknaanya sesuai kearifan masing2 dah, saya males berdebat tentang keimanan.
Tapi kalau orang indonesia mau membawa julukan mujahidin/dah , sebaiknya pelajari dulu sejarahnya apa itu esensi dan asal-usulnya. Jika sudah tau asal-muasalnya .Jika salah tempat dan mengartikan, esensi Mujahidin akan berubah makna, bukan lagi perjuangan menegakan ajaran, tapi propaganda yang menyesatkan.
Wajar karena ajaran itu kan disuport dari afghanistan dan timur tengah ..
Memang panjang kronologinya.
iya kebetulan saya habis baca2x menyangkut hal itu dan sumber di internet juga banyak, kesimpulannya Mujahidin itu akan pas jika dalam kondisi negara seperti di Afghanistan itu. disini sangat tidak objektif. makanya saya bilang cenderung propaganda. contoh nyatanya juga sudah banyak kan
Iya dari maknanya memang agung ,seperti di bilang Goku: sejarahnya perlu dimengerti supaya keagungan itu tidak menjadi terbalik maknanya.
Saya juga pernah tanya ke beberapa santri , dan jawaban mereka makna mujahid tidak jauh dari seputar makna jihad , padahal konteksnya sudah jauh .
mendingan kalo mau berbuat baik ya berbuat aja ga usah pake gelar segala ya. karena gealr malah rawan kritik dan kontroversi yang bisa mengacaukan niat dan keimanan
Iya daahhh
akusuka: wow keren ... informasi yang sangat berharga (kalau bener...)
kok bisa punya ;abel mujahidah segala..
Kembali ke Andi Soraya. Mungkin Andi Soraya ini menggantikan posisi Inneke Koesherawati. Kurang apa coba Inneke Koesherawati saat jadi bintang panas dulu? Inneke juga pernah beradegan topless kan, walaupun berupa siluet?
Berarti saya masih beruntung...ga "gamang" kayak dia dalam menentukan pilihan hidup.
Silahkan login untuk memberikan pendapat